Pluralisme dan Klaim Superioritas Agama: Konstruksi Teologi Agama dalam Kepemimpinan Gembala

Santono Sinaga, Lidia H Parhusip

Abstract


Religious pluralism is an unavoidable sociological reality in contemporary society. The Church is called to maintain its faith identity, but on the other hand, living alongside communities of different beliefs in the public space creates pastoral problems that demand a responsible reconstruction of interfaith theology. The phenomenon of the strengthening claims of religious superiority in a pluralistic society often gives rise to defensive exclusivism or pragmatic relativism in pastoral leadership practices. This research aims to reconstruct an integrative religious theology as a foundation for diversity and a strategic basis for pastoral leadership in responding to pluralism and claims of religious superiority. In elaborating on this topic, the theological-constructive analysis approach serves as a tool to present this study. The findings from this research propose a dialogical-constructive religious theology framework that offers an integrative theological framework to address pluralism and claims of religious superiority, while simultaneously affirming a strong faith identity. This approach enables pastoral leadership to navigate the tension between orthodoxy and social coexistence thru theological reflection, pastoral strategies, and congregation education based on the ethics of love.

 

Abstrak

Pluralisme agama merupakan realitas sosiologis yang tak terhindarkan dalam masyarakat kontemporer. Gereja dipanggil untuk memelihara identitas iman namun di sisi lain, hidup berdampingan dengan komunitas keyakinan yang berbeda dalam ruang publik memunculkan problem pastoral yang menuntut rekonstruksi teologi agama-agama secara bertanggung jawab. Fenomena menguatnya klaim superioritas agama di tengah masyarakat plural sering kali melahirkan eksklusivisme defensif maupun relativisme pragmatis dalam praktik kepemimpinan gembala. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi teologi agama yang integratif sebagai landasan keberagaman dan strategis bagi kepemimpinan gembala dalam merespons pluralisme dan klaim superioritas agama. Di dalam menguraikan topik ini  pendekatan analisis teologis-konstruktif menjadi alat untuk memaparkan kajian ini. hasil temuan dari kajian ini mengemukakan kontruksi teologi agama dialogis-konstruktif menawarkan kerangka teologis yang integratif untuk menghadapi pluralisme dan klaim superioritas agama, sekaligus menegaskan identitas iman yang kokoh. Pendekatan ini memungkinkan kepemimpinan gembala menavigasi ketegangan antara ortodoksi dan koeksistensi sosial melalui refleksi teologis, strategi pastoral, dan pendidikan jemaat yang berbasis etika kasih.

 

Kata kunci: Gembala; Agama, Klaim Superioritas;  Pluralisme


Keywords


Shepherd; Religion, Claims of Superiority; Pluralism.

Full Text:

PDF

References


Amani, N., Prasetya, R. Y., Elmira, A., & Rahman, A. H. (2024). Dinamika Pluralisme Agama Dalam Masyarakat Kontemporer. RELIGI: Jurnal Studi Agama-Agama, 20(1), 54–70.

Arifianto, Y. (2020). Deskripsi Sejarah Konflik Horizontal Orang Yahudi dan Samaria. PASCA : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 16(1), 33–39.

Arifianto, Y. A. (2020). Peran Gembala Menanamkan Nilai Kerukunan Dalam Masyarakat Majemuk. Voice Of HAMI: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 3 no 1(1), 1–3. http://stthami.ac.id/ojs/index.php/hami/article/viewFile/11/13

Arifianto, Y. A., Fernando, A., & Triposa, R. (2021). Sosiologi Pluralisme dalam Pendidikan Agama Kristen upaya Membangun Kesatuan Bangsa. Jurnal Shanan, 5(2), 95–110.

Arifianto, Y. A., & Simon. (2021). Kerukunan umat beragama dalam bingkai iman kristen di era disrupsi. Literasi: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Is, 1(1), 35–43.

Arifianto, Y. A., Sumual, E. N., & Rahayu, Y. F. (2025). Gembala Sidang sebagai Pembela Kemanusiaan: Peran Etis Teologis Kristen dalam Menanggapi Isu HAM dan Tanggung Jawab Sosial. ELEOS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 4(2), 111–120.

Bangun, J., & Harefa, J. (2020). Sola Gratia Melihat dari Status Manusia di Hadapan Allah, Karya Penebusan Kristus, dan Anugerah yang Mendahului Keselamatan. SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora Dan Kebudayaan, 13(2), 115–126. https://doi.org/10.36588/sundermann.v13i2.45

Chandra, E., Gultom, S., Dharma, E., & Sherly, S. (2025). Penguatan Toleransi Beragama Melalui Program Harmoni Antar Agama di Tingkat Komunitas. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi Dan Perubahan, 5(2).

Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. In Nurse Researcher (Vol. 12, Issue 1). SAGE Publications. https://doi.org/10.7748/nr.12.1.82.s2

Fata, A. K. (2018). Diskursus Dan Kritik Terhadap Teologi Pluralisme Agama Di Indonesia. MIQOT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 42(1), 105–112. https://doi.org/10.30821/miqot.v42i1.393

Gea, O., Aritonang, H. D., & Harefa, S. (2022). Peran pemimpin agama berbasis wawasan pluralisme dalam merawat toleransi beragama di Indonesia. Jurnal Teologi Cultivation, 6(2), 47–63.

Ginting, K., & Simon, S. (2023). Mengikis Sikap Superioritas Beragama untuk Mencapai Persatuan Indonesia. Jurnal Salvation, 3(2), 142–151. https://doi.org/10.56175/salvation.v3i2.76

Hutahaean, W. S. (2021). Teologi Agama-Agama (N. Pangesti (ed.)). Ahlimedia Book.

Huwae, E., Rumahuru, Y. Z., & Sopakua, S. (2025). Mengelola Keberagaman Agama dan Denominasi Gereja di Jemaat GPM Tifure. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(4. A), 250–262.

Ina, A. T., & Hia, Y. (2025). Pembinaan Jemaat Sebagai Wujud Peran Gembala dalam Membangun Kedewasaan Rohani. Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen Dan Katolik, 3(2), 91–112.

Kholiq, A., & others. (2025). Narasi Kebencian dan Krisis Etika Komunikasi di Media Sosial: Analisis Wacana Dakwah di Tengah Disinformasi Digital. Alamtara: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 9(2), 523–533.

Krisna, dimas nanda, & Sari, N. (2025). Soal Perusakan Rumah Ibadah, Menag: Itu Bukan Doktrin Agama, Jangan Terulang. Kompas.Com. https://video.kompas.com/watch/1866948/soal-perusakan-rumah-ibadah-menag-itu-bukan-doktrin-agama-jangan-terulang

Laia, A., & Situmorang, M. (2025). Keesaan Gereja Sebagai Panggilan Iman dan Tanggung Jawab Oikumenis. International Transformative Education and Humanities Journal, 1(2), 995–1002.

Ma’arif, N. (2020). Menag: Setiap Orang Boleh Anggap Agamanya Paling Benar, tapi ... Detik.Com. https://news.detik.com/berita/d-5265416/menag-setiap-orang-boleh-anggap-agamanya-paling-benar-tapi

Manullang, M. R., & Naingolan, J. (2025). Peran teologi kristen dalam masyarakat pluralisme. Journal Education, Sociology and Law, 1(1), 663–682.

Muliku, E., Lahose, G. H., Maniwu, D. S., & Wanget, S. W. L. (2026). Doktrin Soteriologi Sebagai Landasan Teologi Dalam Praktik Konseling Pastoral Untuk Pemulihan Rohani. DA’AT: Jurnal Teologi Kristen, 7(1), 61–73.

Nendissa, J. E., Simamora, R. H., Rotua, D. M., Baringbing, P. G. W., & Farneyanan, S. (2024). Pluralisme agama-agama: Tantangan, peluang, dan perspektif teologis dalam membangun kerukunan umat beragama di Indonesia. Jurnal Sosiologi Agama Dan Teologi Indonesia, 2(2), 155–184.

Nole, O. A. (2023). Hidup adalah Kasih: Perjumpaan antara Karya Yesus Kristus dan Orang Mamasa. Pengarah: Jurnal Teologi Kristen, 5(2), 109–118.

Pandey, D. E., & Lasino, L. (2022). Soteriologi Alkitab di tengah Eksklusivisme, Inklusivisme, dan Pluralisme. EULOGIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 2(2), 104–117. https://doi.org/10.62738/ej.v2i2.41

Pandor, P. (2022). Kontribusi Pengakuan Publik dalam Toleransi menurut Anna Elisabetta Galeotti Bagi Persoalan Penolakan Pembangunan Rumah Ibadah di Indonesia. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama, 5(2), 120–134.

Pratt, D. (2007). Exclusivism and Exclusivity: A Contemporary Theological Challenge. Pacifica: Australasian Theological Studies, 20(3), 291–306. https://doi.org/10.1177/1030570X0702000304

Rante, Z. M. (2023). Peran Gereja Dalam Melakukan Misi Allah di Tengah Pluralitas Agama dan Budaya. Institut Agama Kristen Negeri Toraja, 2020202536, 1–11. https://osf.io/pkmt2

Riawan, R., & Lawalata, M. (2024). Filsafat Dan Iman: Memahami Kebenaran Mutlak Dalam Teologi Kristen. Jurnal Silih Asah, 1(2), 23–35.

Romario, T. R. (2025). Dialog Antar Umat Beragama dalam Pandangan Kristen Protestan. Fides et Ratio: Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon, 10(1), 41–49.

Saputri, H., Pali, S. R., Morison, P. B., & Handoko, Y. S. (2025). Tantangan Pluralisme Agama Terhadap Doktrin Tritunggal: Sebuah Kajian Teologis Kontekstual. Dorea: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 3(1), 51–59.

Sastra, Y. (2025). Sembilan Orang Ditangkap atas Perusakan Rumah Doa di Padang. Kompas.Id. https://www.kompas.id/artikel/sembilan-orang-ditangkap-atas-pengrusakan-rumah-doa-umat-kristen-di-padang

Sherlock, R. (2009). Must ethics be theological? A critique of the new pragmatists. Journal of Religious Ethics, 37(4), 631–649. https://doi.org/10.1111/j.1467-9795.2009.00405.x

Stevanus, K. (2021). Relevansi Supremasi Kristus Bagi Pemberitaan Injil di Indonesia: Eksegesis Injil Yohanes 14: 6. KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen, 2(1), 32–46.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. ALFABETA, CV.

Suhadi, S., & Arifianto, Y. A. (2020). Pemimpin Kristen Sebagai Agen Perubahan di Era Milenial. Edulead Journal of Christian Education And Leadership, 1(2), 129–147.

Susilo, A., & Baskoro, P. K. (2024). Tantangan Kepemimpinan Kristen di Era Disrupsi dalam Gereja Tuhan. Ritornera-Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia, 4(2), 116–134.

Tajrid, A. (2012). Kebenaran Hegemonik Agama. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 20(1), 193–210.

Tampubolon, M. T., & Baitanu, S. S. (2025). Dialektika Universalitas Keselamatan dan Eksklusivitas Kristus dalam Soteriologi Kristosentris. VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN, 7(2), 130–140.

Telaumbanua, E. A. (2022). Berita Keselamatan dan Pengenapannya Dalam Diri Yesus Kristus. Jurnal Christian Humaniora, 6(2), 102–110.

Terok, D. N., & Suseno, A. (2024). Merajut Kerukunan di Era Digital: Peran Gembala dalam Mengelola Pluralisme Agama di Society 4.0. Teokristi, 4(2), 144–158. https://doi.org/10.38189/jtk.v4i2.885

Tim News. (2026). SETARA Institute Rilis Laporan Kebebasan Beragama 2025, Catat 221 Pelanggaran. Liputan6.Com. https://www.liputan6.com/news/read/6295424/setara-institute-rilis-laporan-kebebasan-beragama-2025-catat-221-pelanggaran?utm_source=chatgpt.com

Togatorop, M. (2025). Membongkar Prasangka Sebagai Langkah Intergrasi Sosial Dalam Konflik Beragama. Jurnal Refleksi Pemikiran Teologi Dan Ilmu Filsafat, 1(1), 34–51.

Wardani, W. (2016). Pluralisme Agama dan Dialog Teologi. Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 55. https://doi.org/10.18592/khazanah.v0i55.624

Wijaya, Y. (2021). “Persahabatan Lintas Agama Dan Rekonstruksi Identitas Kristen Indonesia,” Agama, Kemanusiaan Dan Keadaban: 65 Tahun Prof. Dr. KH. Muhammad Machasin, MA, ed. (M. N. Ichwan & A. Rafiq (eds.)). SUKA Press dan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.

Windi, W., Randa, V., Natali, F., Sriningsi, A., & Patabang, R. (2023). Analisis Teologis Terhadap Konsep Kepemimpinan Kristiani Dalam Surat 1 Timotius Dan Penerapannya Dalam Konteks Moderasi Beragama. Humanitis: Jurnal Homaniora, Sosial Dan Bisnis, 1(5), 443–457.




DOI: https://doi.org/10.55097/sabda.v7i1.343

DOI (PDF): https://doi.org/10.55097/sabda.v7i1.343.g148

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Santono Sinaga

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Sabda: Jurnal Teologi Kristen Telah Terindeks di: 

   

View My Stats

Alamat: Jalan Raya Kopeng No.KM. 3, RT.07/RW.05 Desa, Bendosari, Kumpulrejo, Kec. Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah 50774