Studi Perbandingan Konsep Iman dan Perbuatan Menurut Paulus dan Yakobus

Yusup Heri Harianto

Abstract


In Christianity, the understanding of salvation is final, that salvation is a gift from God, not because of good deeds by any human. Everyone who believes in Jesus experiences justification before God through the sacrifice of Jesus on the cross. In his theology, Paul explains that humans are justified by faith, not by good deeds. However, James stated that a man's works justify him. These two theologians seem to contradict the concepts of faith and works. That is why the writer tries to make a comparative study of the concept of faith and works according to Paul and James. The method that the writer uses is qualitative research with literature and Bible study. From the results of the discussion of faith and works, according to Paul, humans are justified before God only by faith, not by deeds in obeying the law. Meanwhile, James sees the deeds here as acts of love to prove his faith. It means that true faith must be followed by acts of love. According to both Paul and James, a comparative study of faith and works reveals that nothing contradicts, but rather complements each other.

 

Abstrak

Dalam kekristenan pemahaman keselamatan sudah final bahwa keselamatan itu adalah anugerah Allah, bukan karena perbuatan baik manusia. Melalui pengorbanan Yesus di kayu salib untuk menebus  dosa manusia, maka setiap orang yang percaya kepadaNya mengalami pembenaran di hadapan Allah. Paulus dalam teologinya memaparkan bahwa manusia dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan. Tetapi Yakobus mengatakan bahwa manusia dibenarkan karena perbuatannya. Dua tokoh teolog ini nampak seperti bertentangan mengenai konsep iman dan perbuatan. Itu sebabnya penulis mencoba membuat studi perbandingan konsep iman dan perbuatan menurut Paulus dan Yakobus. Metode yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi pustaka dan kajian Alkitab. Dari hasil pembahasan iman dan perbuatan, menurut Paulus, manusia dibenarkan dihadapan Allah hanya karena iman, bukan karena perbuatan dalam mentaati hukum Taurat. Sedangkan Yakobus melihat perbuatan di sini sebagai perbuatan kasih untuk membuktikan imannya. Artinya bahwa iman yang sejati itu harus diikuti dengan perbuatan kasih. Dari studi perbandingan tentang iman dan perbuatan, baik menurut Paulus maupun Yakobus tidak ada yang bertentangan, sebaliknya saling melengkapi.

 

Kata kunci: iman, perbuatan, pembenaran, hukum Taurat


Keywords


faith, works, justification, the law

Full Text:

PDF

References


Andreas B. Subagyo. (2004). Pengantar Riset Kuantitatif Dan Kualitatif: Termasuk Riset Teologi Dan Keagamaan. Kalam Hidup.

Bangun, J., & Harefa, J. (2020). Sola Gratia Melihat Dari Status Manusia Di Hadapan Allah, Karya Penebusan Kristus, Dan Anugerah Yang Mendahului Keselamatan. SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora Dan Kebudayaan, 13(2), 115–126.

Baskoro, P. K., & Santo, J. C. (2021). Kajian Biblika Makna Ibadah yang Murni dalam Yakobus 1: 26-27 Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya Masa Kini. Predica Verbum: Jurnal Teologi Dan Misi, 1(2), 93–105.

D.M. Baillie. (n.d.). ENSIKLOPEDI ALKITAB MASA KINI, Jilid 1 A-L (Kedua 1994). Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF.

Gea, Y. I. (2020). Iman Orang Percaya dalam Menghadapi Tantangan dan Pergumulan Hidup. IMMANUEL: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 1(1).

Gidion, G. (2018). Studi Biblika Korelasi Teologi Paulus Dan Teologi Yakobus Tentang Iman Dan Perbuatan Iman. Shift Key: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 8(2).

Guthrie, D. (n.d.). TEOLOGI PERJANJIAN BARU 2 (Kedua). PT BPK GUNUNG MULIA.

Handayani, D. (2018). Tinjauan Teologis Konsep Iman Dan Perbuatan Bagi Keselamatan. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 1(2), 91–103.

Jawamara, M. N. (2020). Memahami Konsep Iman Dan Perbuatan Menurut Yakobus: Suatu Study Eksegesis Yakobus 2: 26. SESAWI: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 1(2), 116–128.

Jl, Ch, A. (1997). Sola Gratia Melihat Dari Status Manusia Di Hadapan Allah, Karya Penebusan Kristus, Dan Anugerah Yang Mendahului Keselamatan. BPK Gunung Mulia.

Lange, A. (2010). The Shema Israel in Second Temple Judaism. Journal of Ancient Judaism, 1(2), 207–214.

Priyono, J., & Kamba, Y. (2022). Penggunaan Narasi Abraham Dan Rahab Dalam Yakobus 2: 21-26. Predica Verbum: Jurnal Teologi Dan Misi, 2(1), 65–84.

Siahaan, M. (2021). ANUGERAH DAN PERBUATAN DALAM KESELAMATAN ANTARA PAULUS DAN YAKOBUS.

Sinuraya, M.Th, S. J. (2020). Makna Dibenarkan Oleh Iman Dan Perbuatan Menurut Yakobus 2:14-26. CARAKA: Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika. https://doi.org/10.46348/car.v1i2.33

Sugiono, S., & Dompas, B. H. (2022). Studi Komparatif Teologi Paulus berdasarkan Surat Roma dengan Teologi Yakobus berdasarkan Surat Yakobus tentang Keselamatan. ELEOS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 2(1), 50–67.

Tjhin, S. (2021). Ajaran Tentang Pembenaran Menurut Paulus Dan Yakobus, Serta Signifikansinya Bagi Pemahaman Soteriologis. Jurnal EFATA: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 7(2), 82–93.

Wiersbe, W. W. (1990). Dewasa di dalam Kristus tafsiran surat Yakobus (Kesatu). Yayasan Kalam Hidup.

Zai, E. T. (2020). Pentingnya Memahami Soteriologi Paulus Dan Yakobus. THRONOS: Jurnal Teologi Kristen, 2(1), 28–39.




DOI: https://doi.org/10.55097/sabda.v3i2.51

DOI (PDF): https://doi.org/10.55097/sabda.v3i2.51.g62

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Sabda: Jurnal Teologi Kristen

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Sabda: Jurnal Teologi Kristen has been registered on: