Manusia Baru Menurut Kolose 3:10-17 Dan Penerapan Bagi Orang Kristen

Yohanis Erastus Babys

Abstract


The new man is a life change from a life that was once dominated by sin, now has left that life and begins to have a new life. Basically a new human being is a intelligent creature who has given his life for Jesus Christ, is willing to be led, and understands God's will in human life, so that it is realized through practical life every day, including compassion, generosity, humility, gentleness, patience, forgiveness. , love, peace, speak Christ, and give thanks.

Manusia baru merupakan perubahan hidup dari kehidupan yang dulunya dikuasai oleh dosa, sekarang telah meninggalkan kehidupan tersebut dan mulai untuk memiliki kehidupan baru. Pada dasarnya manusia baru adalah makhluk berakal budi  yang telah menyerahkan hidupnya untuk Yesus Kristus, bersedia untuk dipimpin, dan mengerti kehendak Allah dalam hidup manusia, sehingga diwujudkan melalui kehidupan praktis setiap hari, diantaranya yaitu belaskasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, mengampuni, kasih, damai sejahtera, memperkatakan Kristus, dan bersyukur.


Full Text:

PDF

References


Alkitab. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia

Bailey, B. (2020). Roh Kudus sang Penghibur. Jakarta: Nafiri Gabriel.

Browning, W. R. . (2007). Kamus Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Chris Marantika. (1999). Surat Kiriman Penjara. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Teologia Injil Indonesia.

Drewes.B.F.2006.Kunci Bahasa Yunani Perjanjian Baru Surat Roma sampai Wahyu.Jakarta:BPK Gunung Mulia

Guthrie, Donald. 1995. Teologi Perjanjian Baru 1. Jakarta: BPK. Gunung Mulia.

Guthrie, Donald. 1995. Teologi Perjanjian Baru 2. Jakarta: BPK. Gunung Mulia.

Hagelberg, Dave.2013. Tafsiran Surat Kolose. Yogyakarta: Andi.

Harrison, Everett.F.2001. The Wicliffe Bibble Commentary. Malang: Gandum Mas

J. L. Ch. Abineno. (2009). Tafsiran Alkitab Surat Efesus. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Karinda, F. B. (2020). Belas Kasih Diri (Self Compassion) Pada Mahasiswa. Cognicia: Jurnal UNM.

Karuniadi, Jachin.2000. Kelahiran Baru. Bandung: Lembaga Literatur Baptis.

Nifrik, G. C. Van & Boland, B. J. (2008). Dogmatika Masa Kini. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Pantoro, B. (2008). Sintaksis Bahasa Yunani Perjanjian Baru. Malang: Sekolah Tinggi Alkitab Nusantara.

Phillip Keller. (1999). Rahasia Kehidupan Yang Berbuah. Bandung: Lembaga Literatur Baptis.

Pratt, L. R. (2003). Menaklukkan Segala Pikiran Kepada Kristus. Malang: Seminar Alkitab Asia Tenggara.

Rey, H. (2014). Menata Hidup Serupa Kristus. Bandung: Visi Anugerah Indonesia.

Sjiamsuri, A, L. (2008). Manusia Terkini. Jakarta: Nafiri Gabriel.

Tembay, A. E., & Eliman. (2020). Merajut Anugerah Dalam Penginjilan Holistik. SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual. https://doi.org/10.47154/scripta.v7i1.59

Tong, S. (2001). Kehidupan Kristen yang Berbuah. Surabaya: Momentum.

Wijaya, Hendi. (2018). Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani.

Wijaya, Hengki. (2016). Pengenaan Manusia Baru Di Dalam Kristus: Natur, Proses, Dan Fakta Serta Implikasi Teologis Dan Praktisnya. Jurnal Jaffray. https://doi.org/10.25278/jj71.v14i1.194

Wijaya Yahya. (2008). Kemarahan, Keramahan & Kemurahan Allah. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

William, M. (1995). Menjadi Pribadi Utuh. Yogyakarta: KANISIUS.

Wilson Ken. (2002). Apakah Kasih Kristiani itu. Malang: Gandum Mas.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Sabda: Jurnal Teologi Kristen

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.